Selasa, 24 September 2013

Tetaplah Baik, Kamu Orang Yang Baik

Tetaplah baik walau hidup tak senantiasa baik....

Tetaplah baik walau baik tidak selalu kembali baik.... 

Tetaplah baik walau tak mudah menjadi baik.... 

Dan tetaplah baik karena kamu adalah orang yg baik.... 



Janganlah tergiur melihat kejahatan yang tak langsung mendapatkan balasan.... 

Janganlah geram melihat kebaikan ditindas dan dikucilkan.... 

Tapi rasakanlah belai kebajikan yg mendatangkan kenyamanan.... 

Dan dengarlah senandung senang menyanyikan ketenangan.... 



Baiklah cerdik, janganlah licik.... 

Beri salam kepada bajik, beri tegur kepada sirik.... 

Dengki mengintai dibalik semak seperti ular derik.... 

Tapi bijak beristirahat dengan nyaman di dalam bilik.... 



Kawanku, isilah cawan hatimu dengan ikhlas dari kendi ketulusan.... 

Tuangkan hingga penuh meluap menggenang membasahi fikiran.... 

Lalu minumlah sampai kamu tak lagi merasa haus dan kekeringan.... 

Lihat dan perhatikan, maka kamu akan mengerti, kawan.... 


Sabtu, 21 September 2013

Tentang Apakah Hidup Ini..?

Dan tentang apakah semua ini...? 
Harta..?
Kekayaan..?
Kemewahan..?
Kehormatan..?
Pemanjaan dagingmu dalam kenyamanan...? 

Bukan kawan, menurutku, hidup ini adalah tentang "setelahnya", kehidupan selanjutnya, di atas sana... 
Yeah, di atas sana, jika kamu layak untuk ke sana...

Sungguh, sangat baik jika kita bisa hidup sejahtera berkecukupan dan tetap mengingat TUHAN, tapi berapa orangkah di dunia ini yang mampu menahan godaan terhadap kenikmatan yang ditawarkan dunia...?
Karena orang yang kaya harta di dalam TUHAN tidak akan menikmati kekayaannya, dia hanya dipakai TUHAN sebagai saluran untuk mengalirkan dana demi pekerjaan-NYA...

Dan orang2 seperti ini biasanya akan tetap hidup sederhana dan rendah hati, karena dia hanya memikirkan surga...
Apakah kamu salah satu dari mereka...?
Kamu bisa tetap mengutamakan TUHAN di sela kesibukanmu mengurus dan menjaga kekayaanmu...?
Kamu tidak akan takut kapan saja TUHAN mengambilnya kembali...?
Bertanyalah pada hatimu sendiri...

Aku teringat saat dulu aku masih sering ngumpul bersama teman-temanku, kami hanya duduk bercerita sambil meminum minuman yang kami pikir bisa menenangkan dan menyenangkan pikiran kami....
Di sela obrolan kami, sering kawanku ini bertanya mengapa hidup kami ini tidak selancar hidup mereka-mereka yang terlihat mulus dan lancar sekali, dan dalam keadaan setengah mabuk aku menjawabnya, "Kamu tidak tahu..? Lihatlah kita ini, dalam kesusahan seperti ini pun kita masih bertingkah dengan berjudi, mabuk-mabukan, dan menyelami dunia malam."
"Jika TUHAN memberikan kuasa dan kekayaan kepada kita kawan, bisakah kamu bayangkan apa yang akan kita lakukan..?"
"Pernahkah kamu terfikir berapa nyawa yang akan kita hilangkan, dan berapa banyak wanita yang akan kita perdaya lalu mengakhiri hidupnya karena kita..?"
"Itulah mengapa mereka menyebut TUHAN itu adil kawan..."

Ya, sudah lama aku sadari itu, hanya saja saat itu aku masih muak dengan jalan hidupku dan aku lebih memilih mencari nyaman yang sesaat...
Itulah mengapa aku pernah berkata jangan bertanya kepada TUHAN atas susah & masalah yang terjadi dalam hidup kita, tapi instropeksilah diri dan minta kekuatan pada-NYA jika kita ingin diubahkan menjadi orang yang lebih baik dengan hidup yang lebih baik...

I think, what we need in this life is "to find the heart"...
Hati yang akan selalu menemani kita, yang mengingatkan kita saat kita lupa, menegur kita saat kita salah, menguatkan kita saat kita lemah, dan melengkapi kita dalam setiap kekurangan kita...
Sebuah hati yg selalu mengajak kita berjalan hanya di jalan-NYA....
Dan hati yang seperti itu, hanya bisa kita temui dalam diri seseorang yang setia dan takut akan TUHAN...

Aku..?

Ya, aku sendiri belum menemukannya sampai saat ini, mungkin aku belum pantas untuk menerimanya...

# Tapi jelas, bukan karena TUHAN tidak menyediakannya bagiku, melainkan karena aku yg membuat diriku tidak pantas menerimanya... # 
Kamu mengerti...?

Sama seperti keselamatan dan surga yang telah TUHAN sediakan bagi kita, terlihat mudah bukan..? Sudah tersedia, kita tinggal menerimanya...
Tapi pertanyaannya, sudah pantaskah kita menerimanya...?
Cukup baikkah kita selama kita hidup sebagai manusia...?

Kawanku, kita bisa berpura2 baik di hadapan sesama kita, tapi ingatlah, di hadapan TUHAN tak ada yang bisa kita tutupi...

Aku tidak mengatakan aku sudah menjadi orang yang baik kawan, aku hanya berusaha untuk lebih baik menjalani hidup saat ini semampuku dan berusaha menyadari apa yang harus kuterima saat ini adalah hasil dari apa yang telah kulakukan...