Di siang hari aku tak melihat cahaya....
Kala malam mataku terang menyala....
Aku gerah di bawah hujan tanpa busana....
Aku menggigil dalam balutan kulit domba di tengah panas sauna....
Mengapa tak ku jumpai singa di belantara Afrika...?
Mengapa aku tak mendapati koala di rimba Australia...?
Hanya suara aliran air mata terdengar melebur bersama samar jiwa....
Hanya senyap menjawab semua tanya tanpa suara....
Sungguh resah jiwaku mendengar azazel dengan lembut bercerita....
Gelisah hatiku melihat sekumpulan legion tersenyum ramah menyapa....
Logikaku semakin renta semakin lemah bekerja....
Inderaku tak lagi peka meraba azas realita....
Tak pernah mengerti rasa yang kudamba....
Tak mampu pahami bisikan hati dari lain dunia....
Beda bahasa beda warna tanpa rupa yang nyata....
Tak sama, kata dan nada tak pernah seirama....
Menyingkirlah dari jalanku segera....
Menjauhlah, karena murkaku membabi-buta....
Aq yang di rundung duka di ujung suka....
Aku yang terlupa, aku yang alpa, aku yang SAKIT JIWA....