Senin, 21 Juli 2014
BERISIK MALAM BERTANYA
Siang teramat terang bercahaya dan kubiarkan lampu tetap menyala...
Hilang sinarnya tertutup siang, sungguh tak berguna...
Gahar sumbu membakar minyak hingga tetes terakhir yang tersisa...
Lalu padam menghitam, torehkan kusam mencoreng muka...
Dan malam pun datang menyandang kelam merangkul gelap bersamanya...
Cemasku menyeruak, nafasku sesak menyadari mataku buta tanpa cahaya...
Tak melihat, seperti petapa menutup mata dalam goa di tengah belantara...
Teringat saat angkuh menantang dosa, terlalu jauh meninggalkan perbatasan bijaksana...
Sia-sia....
Salah siapa saat sia-sia menghasilkan sia-sia..?
Bukankah yang menanam bibit sia-sia akan menuai panen sia-sia juga..?
Aku hanya diam saat gelap mulai banyak bicara mulai bercerita dan banyak bertanya...
Aku yang tak menampung air di musim hujan, aku yang menghamburkan waktu di masa muda...
Aku yang berdiri di atas mimbar arogan, aku yang bersembunyi mengabaikan panggilan cinta sederhana...
Aku yang tak berguna, aku yang sia-sia melepas bebas jiwa di tengah rimba dosa...
Terlalu panjang malam ini kurasa, terlalu lemah hatiku untuk memanjatkan doa...
Tapi aku percaya DIA mengerti setiap susah yang ku rasa...
Aku percaya DIA mendengar setiap kata walau aku diam tak berkata...
Hanya aku yang berdosa tak akan tahan mendengar mulia suara-NYA...
Karena aku tak kunjung membersihkan diri untuk layak menerima berkat-NYA...
Langganan:
Komentar (Atom)