Rabu, 15 Februari 2012

Masa Remaja

Duduk bercerita bersama sahabat lama....
Sahabat dekat seperti saudara dalam ikatan keluarga.... 
Mengenang masa remaja saat jiwa muda masih membara.... 
Kita seperti anak kecil yang bahagia karena tak perlu memikirkan masalah dunia.... 
Kita seperti raja yang berbuat apa yang kita suka.... 
Makan,minum,tidur,berkumpul bersama bergembira.... 
Melakukan kenakalan remaja yang biasa.... 
Menenggak minuman berlagak dewasa....
Boti menjadi obat penenang jiwa....
Rasta kawan kita yang setia....
Berjalan tanpa arah menguasai dinginnya malam kota....
Berkendara liar seperti orang gila....
Tidur di kolong langit di tengah alam terbuka....
Kepala sekolah pun pernah kita unjuk rasa....
Terlalu banyak cerita yang tak mungkin terlupa....
Biarlah menjadi kenangan hingga nanti kita semakin menua....
Dimanapun kelak kita berada....
Walau tak lagi bersama dan lain kota....
Kiranya sobat,silahturahmi tetap terjaga....

Agar kita tetap bersaudara.... 

Sabtu, 11 Februari 2012

MATI MEMELUK DOSA

Seorang lelaki berjalan tertatih dengan tubuh penuh luka....
Tanpa senjata di tangan dan dengan bertelanjang dada....
Dia berhenti dan beristirahat di muka sebuah gereja tua.... 
Darah segar terus menetes dari luka yang menganga.... 
Tiap tetes darah mengingatkan pada masa lalu yang gelap gulita....

Teringat kembali kesombongan diri di masa muda.... 


Dia yang merasa mampu berdiri sendiri dengan kedua kakinya....
Dia yang tidak pernah menganggap Tuhan ada....
Dia yang selalu menganggap dirinya raja....
Dia yang memakan mentah-mentah hati lawannya....
Dia yang membunuh bayi sambil tertawa....
Dia yang telah memperkosa wanita tanpa iba....
Dia yang mengucapkan berjuta maki dengan mulut kotornya....

Ditengah sengal nafas meregang nyawa....
Dia tertawa keras mengingat semuanya....
Lalu...., tersedu dia menangis tanpa suara dan air mata....
Lelaki sombong itu menangis berusaha melepaskan duka....
Menangisi diri yang kini akan mati bersama hampa....
Kehampaan dan dosa yang menghimpit menyesakkan dada....
Membawa penyesalan di akhir hidup yang percuma....
Hidup sementara hanya dilewati menjadi orang yang tak berguna....
Lelaki itu menghembuskan nafas terakhirnya memeluk dosa....




Jumat, 03 Februari 2012

LABIRIN KEHIDUPAN

Kuberjalan menyusuri labirin kehidupan..... 
Perjalanan panjang yang sangat melelahkan..... 
Melewati lika-liku yang membingungkan..... 
Menghadapi semua misteri yang tak terpecahkan..... 

Ah..,aku terjebak dalam lingkaran setan..... 
Hanya berputar-putar dan menyesatkan..... 
Terlalu banyak pengalaman telah kumakan..... 
Namun lidah hanya mengecap kepahitan.....

Lantang suaraku berteriak di lembah kesunyian.....
Sumbang laguku menyanyikan nyanyian kematian.....
Namun tak juga kudapatkan ketenangan dan kedamaian.....
Dalam sendiri, hanya bosan memelukku erat enggan melepaskan.....


Hingga tiba saatnya kusadari bahwa semua hanyalah kesia-siaan.....
Aku harus bangkit dengan roh yang hampir mati ditikam zaman.....
Menuju tanah harapan yang dijanjikan.....
Mungkinkah aq sampai di sana sebelum pedang dewa kematian menghujamku tanpa belas kasihan...? 


Dengarkanlah jeritan hamba-Mu yang telah salah jalan ini ya Tuhan.....
Berikanlah kekuatan dan kebijaksanaan.....
Karena hanya bersama-Mu aku dapat memenangkan semua perperangan.....
Terbebas dari labirin sang penguasa kegelapan..... 

Sabtu, 28 Januari 2012

Kesia-siaan

Kulalui malam ini bersama sepi..... 
Hanya dalam kebisuan kami berdiam diri..... 
Sayup kudengar lolongan anjing memecah sunyi.... 
Ditengah obrolan kawan-kawan yang tak terdengar lagi..... 

Aku merasa tenang dalam tinggi..... 
Entah sudah berapa banyak kami minum dalam loki..... 
Tak lagi kupikirkan masalah hidup ini.... 
Sampai tiba saatnya aku kembali sendiri.....

Oh Tuhan sungguh bebal hamba-Mu ini......
Tenggelam dalam kehidupan yang tiada berarti......
Sampai kapankah akan kusadari kesalahan diri...?
Semua kesia-siaan yang sungguh tiada berarti.....

Adakah jalan akan kutemui.....?
Agar aku dapat hidup normal dalam standar manusiawi.....
Tak pernah kucapai ujung lorong gelap yang telah kulalui.....
Hanya terjebak dalam kegelapan tiada bertepi.......

Dimanakah kini sang bidadari hati....?
Yang mampu membakar semua dosa dengan api suci....
Atau haruskah aku mati dengan jiwa yang tak pasti.....??? 

Selasa, 24 Januari 2012

R E S A H

Malam semakin larut tapi aku masih terjaga... 

Kurebahkan tubuhku dan kupejamkan mata... 

Mencoba tenggelam dalam lelap, melepas semua sesak yg ada... 

Namun tak jua mampu kuistirahatkan raga... 

Anganku melayang menembus batas dunia...

Membawa dan menyerahkan hatiku pada raja neraka...

Resah ini sungguh sangat mengganggu ketenangan jiwa...

Menggerogoti perlahan perasaanku yang sekarat penuh luka...

Sungguh aku benci tenggelam dalam hampa...

Melihat iblis yang tertawa menungguku menyerahkan nyawa...

Sanggupkah aku bertarung dengan waktu yang semakin sempit terasa..???

Mampukah kubunuh benak hitam yang telah merajalela dalam otakku yang hampir gila..???

Hanya asap rokok yang mengerti semua resah yang kurasa...


Jumat, 20 Januari 2012

For My Daddy

Satu cerita mengingatkanku pada sosok papa yang telah tiada.... 
Bagai tamparan keras menghantamku,menghempaskanku pada tepian memori.... 
Aq terpaku mengingat semua kenangan yang pernah ada... 
Mengantarku pada penyesalan tiada bertepi.... 
Tenggelam dalam sedu sedan yang sungguh tiada berguna.... 

Semua cinta yang telah diberi.... 
Takkan pernah terbalas walau kuserahkan jiwa raga....
Anganku terbang melintasi sisi lain hati....
Jiwaku melayang mencoba menggapai dimana kini beliau berada....
Satu kesalahan fatal yang harus kubayar mahal dengan susah hati.... 


Maafkan anakmu papa....
Sungguh aku malu sebagai anakmu laki-laki....
Tiada pernah mampu membuatmu bangga....
Walau hanya sebatas mimpi.....

I Miss U Dad....