Seorang lelaki berjalan tertatih dengan tubuh penuh luka....
Tanpa senjata di tangan dan dengan bertelanjang dada....
Dia berhenti dan beristirahat di muka sebuah gereja tua....
Darah segar terus menetes dari luka yang menganga....
Tiap tetes darah mengingatkan pada masa lalu yang gelap gulita....
Teringat kembali kesombongan diri di masa muda....
Dia yang merasa mampu berdiri sendiri dengan kedua kakinya....
Dia yang tidak pernah menganggap Tuhan ada....
Dia yang selalu menganggap dirinya raja....
Dia yang memakan mentah-mentah hati lawannya....
Dia yang membunuh bayi sambil tertawa....
Dia yang telah memperkosa wanita tanpa iba....
Dia yang mengucapkan berjuta maki dengan mulut kotornya....
Ditengah sengal nafas meregang nyawa....
Dia tertawa keras mengingat semuanya....
Lalu...., tersedu dia menangis tanpa suara dan air mata....
Lelaki sombong itu menangis berusaha melepaskan duka....
Menangisi diri yang kini akan mati bersama hampa....
Kehampaan dan dosa yang menghimpit menyesakkan dada....
Membawa penyesalan di akhir hidup yang percuma....
Hidup sementara hanya dilewati menjadi orang yang tak berguna....
Lelaki itu menghembuskan nafas terakhirnya memeluk dosa....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar