Semakin lama semakin cinta...
Tak terasa kita melangkah memasuki bulan ke lima...
Lima bulan lima tahun lima abad jelas tidak akan sama...
Karena akan terus bertambah cinta di antara kita...
Semakin aku mengenalmu, semakin aku mengerti kamu seutuhnya...
Semakin aku meyakini bahwa kamu adalah aku di sana...
Seperti aku yang juga adalah kamu di tempat yang berbeda...
Karena kita adalah satu jiwa yang terbagi dalam dua raga...
Aku sangat mencintaimu Lilin Mahardika...
Dan akan terus mencintai kamu sebagaimana kamu ada...
Aku tau kamu tau tanpa perlu aku ungkapkan melalui kata...
Seperti aku yang merasakan cinta dalam tindakan kasihmu yang nyata...
Aku suka ceriamu yang membuatku tertawa...
Aku suka cara bicaramu yang terdengar manja...
Aku suka pelukan mesramu yang membuatku bahagia...
Sungguh aku cinta semua yang ada pada kamu yang membuat hidupku penuh warna ...
Selamat hari jadi sayangku tercinta...
Semoga kita akan cepat bersama...
Bersatu dalam ikatan kudus lembaga pertama yang dipercayakan kepada manusia...
Ikatan cinta yang kekal selamanya bahkan sampai kehidupan selanjutnya...
Untukmu Lilin Mahardika, keturunan tercantik dari Hawa, Ibu seluruh umat manusia...
Sampah-sampah tak berguna mengotori Indonesia...
Semakin lama semakin menumpuk di wajah Nusantara...
Terlalu banyak bicara, berkoar menebarkan aroma paling busuk dari dalam hati manusia...
Hanya bicara, sampah-sampah ini memang hanya bisa bicara tak berguna...
Layaknya sampah, mereka tak banyak berbuat bagi negara yang tidak mereka cinta...
Layaknya sampah, mereka tak mengerti bahwa sebaiknya mereka diam tak bersuara...
Karena suara mereka hanya suara sumbang yang ingin memecah-belah bangsa...
Mungkin karena mereka tak beragama, menganggap diri paling tinggi di atas segalanya...
Jika tidak bisa berbuat kebaikan, mengapa harus menebar kejahatan..?
Jika terlalu pengecut untuk menjadi pahlawan, mengapa tidak hanya diam menyingkir dari peredaran..?
Sampah celaka pembawa petaka bagi kedamaian penyuka pertikaian...
Sampah celaka hanya menunggu penuh kejahatan sebelum mendapatkan balasan...
Sungguh panas telingaku mendengar sampah tergelak di atas penderitaan lain insan...
Sungguh muak mataku membaca coretan kotor menyampah di muka halaman...
Kotoran-kotoran menjijikan berhamburan dari mulut sampah yang sarat kebencian...
Kebencian dari hati terdalam manusia yang lebih kotor dari sampah yang dimuntahkan setan...