Jumat, 03 April 2015

L I L I N

Setitik api terlihat diam berdiri... 
Sesekali bergoyang kala angin malam datang menghampiri... 
Seperti menggoda, sang angin seolah ingin mengajaknya menari... 
Seperti sembunyi, titik api seolah sembunyi di balik pekatnya sunyi... 

Bukan, ternyata sang angin bukan ingin mengajak api menari... 

Merah wajahnya terlihat marah memendam segunung benci... 
Hembuskan jutaan iri, angin hanya ingin memadamkan api... 
Kibaskan ribuan dengki, angin berharap api akan segera mati... 

Tidak, sekalipun titik api tidak pernah sembunyi... 

Mengemban tugas sebagai terang, api menyelam dalam gelap dengan berani... 
Tak gentar, tak ragu, api bertahan melawan angin yang menyerang bertubi... 
Tetap berdiri, api bertekad menunaikan misi dengan tidak mati sampai saat datangnya matahari pagi... 

Siapakah api..? 

Dari manakah datangnya api..? 
Api hanyalah bagian kecil dari sebuah lilin yang tak pernah dihargai... 
Api adalah lilin yang berkorban membakar habis dirinya sendiri... 

Akankah lilin menerangi hati dengan cahayanya yang abadi..? 

Akankah lilin menemani sepi dalam pelukan hangat api yang suci..? 
Selamanya dan seterusnya bernyanyi... 
Selamanya dan seterusnya menari... 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar