Lelah, susah, payah...
Aku mulai lemah...
Pasrah, terserah, entah...
Aku hampir kalah...
Tertatih, aku paksakan langkah...
Terjatuh, aku merayap di atas tanah...
Sejengkal demi sejengkal, setengah demi setengah...
Jenuhku penuh, aku gerah...
Resahku menggeliat gelisah...
Akankah aku sampai di muka rumah...?
Di tindas hujan, aku menggigil basah...
Di lindas gelap, aku hilang arah...
Rebah terlentang, sejenak ku lepaskan susah...
Seperti menantang, titik air hujan bertubi memukuli wajah...
Ku tatap angkasa hampa tak meriah...
Ku pandang langit muram tak sumringah...
Mega menghardik bulan dan bintang seperti sampah...
Semesta hanya diam tak kuasa mencegah...
Lelah, aku sungguh lelah...
Masih jauhkah aku dari rumah...?
Aku hampir kalah, tapi aku belum kalah...
Aku sangat lelah, namun bukan berarti aku akan menyerah...
Betapa aku sadari aku lemah, betapa tak berguna aku marah...
Sungguh enggan aku pasrah, sungguh lebih baik bagiku berserah...
Jauhlah kiranya aku dari diriku, kuatku pun enyahlah...
Mulia hanya bagi YANG MAHA MULIA, maka lenyaplah lemah...
Masih jauhkah aku dari rumah...?
Akankah aku tiba di rumah...?
Bilakah aku berdiri di muka rumah...?
Entahlah...
Tak perlu ku tau yang tak perlu ku tau, hanya menggodaku untuk lengah...
Yang ku perlu usaha, doa, dan harapan, aku akan layak jika kelak aku tiba di rumah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar