Kamis, 13 Februari 2014

Menghakimi Tanpa Mengerti

Pernahkah kamu menjalani hidup yang kujalani...?
Adakah kamu selami apa yang kurasa dalam hati...?
Taukah kamu kapan aku memulai hari dan kapan ku akhiri...?
Mengapakah hanya selintas saja mata indahmu itu menilai rendahku ini...?

Terbukakah matamu menatap apa yang kutatap saat aku bermimpi...?
Pecahkan kepalaku dan lihat isi otakku, beritahukanlah padaku, kapankah aku akan berhenti...?
Belah jiwaku dan pandang warna rohku, katakanlah padaku, masih lamakah aku mati...?
Mengapakah kamu menghakimi tanpa mengerti yang kuhadapi...?

Kamu berkata, kurang keras kerjaku, terlalu malas ku langkahkan kaki...
Tak boleh aku begitu, tak seharusnya aku seperti ini...
Kamu vonis aku tinggi hati, menghamburkan harta untuk sesuatu yang tak aku peduli...
Tak tentu arah kamu pecutkan cemetimu, mencambukku bertubi-tubi...

Tapi aku berkata padamu, semua adalah milik DIA, satu-satunya sumber yang ku nanti...
Susah payahku tak akan menambahkan sedikitpun kesejahteraan pada pundiku ini...
Berbahagialah kamu, karena kepadamu saat ini DIA tengah bermurah hati...
Kiranya kamu bijaksana dan mengerti, bahkan dirimu bukanlah milikmu sendiri...

Baiklah kehendak-NYA, terbaiklah yang terjadi...
Baiklah rencana-NYA, terbaiklah yang diberi...
Baiklah waktu-NYA, terbaiklah bagiku saat ini...
Jauhlah sakit hatiku, jauhlah kiranya benciku kepada kamu yang tak mengerti... 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar