Senin, 28 April 2014

Bendera Putih

Susah hati tak terucap, sedih jiwa tak terungkap... 
Mimpi telah pergi menjauhi harap, tak pasti telah datang menyergap... 
Ingin lelap, benamkan diri di tengah pasir hisap... 
Biarkan mengendap, biar lenyap... 

Ingin menyelam ke dasar samudera menuju neraka... 
Agar tak lagi terlihat, mata yang meneteskan air mata... 
Agar air mata tak lagi membasahi pipi para pendoa...
Agar mata tak perlu lagi terbuka, selamanya...

Aku tak mau, jangan paksa aku kibarkan bendera...
Putih...
Aku tak ingin mengangkat bendera...
Putih...
Aku tak ingin merubah warna bendera...
Menjadi putih...

Bendera putih...
Tak berarti bersih, tak melambangkan suci, hanyalah mati...
Bendera putih...
Lahirkan benci, injak harga diri, matikan arti lelaki...
Bendera putih...
Tanda menyerah yang tak gagah, lambang pasrah lelaki lemah...
Bendera putih...
Menyulut amarah lelaki yang memilih mati bersimbah darah...

Bendera putih...
Mati...
Bendera putih...
Pergi...

Bendera putih tak mau pergi...
Bendera putih terangkat tinggi...
Berkibar di dalam hati...
Lelaki mati... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar